Al Quran dan hadist pedoman menuju keselamatan
Oleh M Joni, SH
Sebagai umat muslim tentu akan selalu menujukan sikap prilaku berbuat yang terbaik serta bermamfaat untuk diri sendiri masyarakat dan pembangunan dengan mengenyampingkan segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum baik hukum agama maupun hukum pemerintah
Dalam kondisi saat ini banyak terjadi penyimpangan dan penyelewengan serta penyalahgunaan wewenang untuk mencapai sebuah keberhasilan, sehingga tidak tertutup kemungkinan untuk mencapai tujuan yang diharapkan menghalalkan segala cara tanpa mempedulikan perbuatan yang dilakukan itu merugikan terhadap pihak lain.
Salah satu bentuk perbutan yang jelas melanggar hukum yang meruyak ditengah masyarakat maraknya penyakit Masyarakat ( Pekat), berpolitik yang kurang sehat, banyaknya terjadi Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN), kenakalan remaja, perjudian, narkoba dan pelecehan seksual dan porno aksi, pornagrafi , hal ini disebabkan karena tipisnya dasar ilmu agama
Dalam kondisi di Era Globaliasasi saat ini masih ada sebagian dikalangan masyarakat yang sangat rapuh dan mudah terpengaruh dengan merobah aqidah akan ajaran baru yang menyesatkan, apalagi sesuai dengan informasi Kakanwil Depag Sumbar telah beredarnya Al Al Quran yang isinya menyesatkan dan menyimpang dari aslinya hal ini tentu perlu diwaspadai.
Untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat sudah seharusnya setiap individu menyadari bahwa kehidupan ini tidak fana ( kekal) melainkan sifatnya sementara dan seluruh makhluk yang hidup akan mengalami kematian, maka sebagai manusia kita diberi akal untuk berfikir sejauh mana kita berbuat selama dalam menempuh kehidupan ini dan tentunya orang yang paling mulia disisi Allah yang memiliki iman dan Taqwa
Menurut hemat penulis, didalam menghadapi kehidupan yang serba komplek dan penuh tantangan serta cobaaan ini kita tidak akan mudah terpengaruh akan segala bentuk perbutan yang menyasatkan dan setiap kita dituntut untuk berperan aktif berbuat kebaikan yang bermamfaat sehingga hasilnya merupakan ibadah
Segala bentuk perbuatan yang dilakukan harus diberengi dengan niat yang tulus di dalam membangun hal ini merupakan suatu langkah yang sangat tepat, dan jangan kehidupan ini diisi dengan perbuatan perusakan yang dapat merugikan baik diri sendiri maupun masyarakat dan pemerintah terutama bagi mereka yang berkecimpung di dalam dunia politik seperti, banyaknya partai Politik sehingga muncul para calon legislatif yang berebut untuk mendapatkan kursi di DPRD, maka untuk memperoleh kedudukan yang layak itu tidak segan-segan membohongi publik dengan segala janji untuk meyakin masyarakat.
Untuk mengatasi segala bentuk perbuatan negatif menunutut kesadaran yang tinggi semua pihak untuk berbuat yang terbaik dengan meningkatkan hubungan ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan rasa kebersamaan membangun serta menghindari kemungkinan yang dapat merugikan terhadap daerah
Disamping itu mari kita melakukan motivasi terhadap masyarakat untuk membangkitkan pendidikan agama di ditengah masyarakat melalui Taman Baca Al Quaran( TPA ) dan melaksanakan wirid pengajian agama pada setiap kampung yang ada di Pessel.
Pengetahuan tentang ilmu agama akan dapat menyelamatkan diri dari dosa maka peran semua pihak harus dapat mengarahkan generasi muda untuk wajib belajar tentang pendidikan agama mulai dari pelosok kampung sampai ke ibu kabupaten, guna akan tumbuh manusia yang berkualitas yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga……….