Kerisis Moral Akibat Kurangnya Pemahaman ilmu Agama
Oleh; M Joni SH
Di Era globaliasasi saat ini kita dihadapkan berbagai tantangan yang serba komplek terutama pengaruh budaya asing akibat perkembangan teknologi membuat terjadinya kerisis akhlak, moral dan mental sebagian masyarakat disebabkan kurangnya pemahanan dan penghayatan ilmu agama
Bila kita mencermati tentang sikap dan prilaku sebagian masyarakat dalam kondisi saat ini sangat mudah terpengaruh akan berbagai lingkungan yang kurang sehat sehingga tidak heran akan dapat merobah mental masyarakat semakin terpuruk tanpa mempedulikan antara yang hak dan yang bathil
Kerancuan moral dan mental sebagian masyarakat tersebut tidak terlepas karena mengenyampingkan pendidikan ilmu agama dan sibuk dengan urusan aktifitas duniawi, padahal semua umat muslim dianjurkan meniru segala perbuatan yang dilaksanakan oleh nabi besar Muhammad Saw yang berpedoman kepada Al Quran dan Hadist sebagai benteng untuk menuju keselamatan di didunia dan akhirat.
Akibat krisis mental dan moral tersebut telah banyak menimbulkan berbagai masalah yang merugikan baik secara individu maupun kelompok dan pembangunan daerah, hal ini disebabkan banyaknya terjadi penyelewengan amanah sehingga sebagian masyarakat tidak segan-segan melakukan korupsi yang pada akhirnya menghambat kelancaran pembangunan.
Kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN) salah satu bentuk upaya untuk memperkaya diri tanpa menghiraukan akibat dan resiko yang bakal terjadi, padahal setiap perbuatan jelas akan dipertanggung jawabkan dimata hukum seperti, banyak terungkap berbagai kasus mulai dari tingkat yang paling rendah sampai ketingkat yang lebih besar, disamping juga tentu perbuatan tersebut akan dipertangung jawabkan nanti setelah mengalami kematian ( akhirat).
Berbagai bentuk dampak negatif saat ini muncul akibat mengenyampingkan ajaran islam dengan maraknya terjadinya berbagai perbuatan negatif seperti, pelanggaran dan penyelewengan, kasus susila, keterlibatan narkoba, perjudian minuman keras, porno aksi dan pornografi yang dilakukan oleh kalangan masyarakat dewasa sampai ketingkat anak seusia dini
Bila kita sudah tidak peduli lagi dengan ajaran islam tentu kehancuran moral bakal terjadi yang tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa akan tetapi juga pada tingkap pejabat dan Mahasiswa sebagai calon intelektual yang kini marak melakukan berbagai unjuk rasa bahkan sampai dengan perbuatan anarkis dengan melakukan perusakan berbagai fasilitas pembangunan yang sumber dananya jelas dari rakyat.
Disamping itu kita melihat terjadinya korusi baik dilakukan secara individu mapun secara berjemaah merupakan suatu perbutan yang sangat tercela karena merugikan masyarakat dan pemerintah di samping membuat proses pembangunan menjadi lamban.
Perbuatan negatif lainnya yang terjadi di Era Globaliasasi saat ini kecendrungan oknum masyarakat menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan sehingga berbagai upaya dilakukan, maka tidak heran berbagai kejadian muncul kepermukaan bahkan ada oknum masyarakat yang tidak segan melakukan mutilasi menghilang nyawa seseorang untuk mencapai tujuan tertentu
Disamping itu juga anak tidak lagi peduli terhadap orang tua, kasus susila semakin menjadi-jadi, pesta muniman keras semakin marak, perjudian dilakukan secara terangan-terangan, hal inilah salah satu bentuk terjadinya krisis pendidikan ilmu agama.
Upaya untuk mengatasi berbagai bentuk perbuatan tindak pidana tentu menuntut kepedulian dan perhatian semua pihak ikut proaktif menjaga lingkungan terhindar dari segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum, disamping peran pemerintah dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran dan penyelwengan yang merugikan negara
Kemudian untuk memperbaiki kemungkinan anjloknya moral bangsa sudah seharusnya setiap kita kembali membudayakan adat alam Minang kabau sesuai dengan falsalah Minang Kabau “ Adat Basandi sara’, Sara’ Basandi kitabbulah” artinya mari kita galakan kembali ke surau dan mempertenbal pemahaman ilmu agama agar dapat terhindar dari lembah kehancuran dan kesesatan
Untuk mengatasi Penyakit Masyarakat ( Pekat) tentu juga menuntut peran orang tua akan selalu melakukan pembinaan terhadap anak dengan membekali ilmu agama melalui pendidikan di TPA dan TPSA yang ada, disamping juga sering mendengar ceramah agama dalam mempertebal keyakinan agar terhindar dari segala bentuk perbuatan negatif, sebab keberhasilan anak sangat tergantung dari pembinaan yang dilakukan semoga……………..